BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang di
dalamnya tidak hanya mengatur hubungan mannusia dengan Tuhannya saja tapi pada
lingkungan sosial dan juga pada lingkungan alam sekitar .
Lingkungan yang berada di sekeliling kita baik berupa
benda- benda hidup seperti binatang dan tumbuh- tumbuhan ataupun berupa benda-
benda mati harus dijaga kelestariannya. Karena Apabila lingkungan yang
berada di sekeliling kita tidak kita pelihara, maka kemungkinan akan membawa mudarat
bagi kita, sebaliknya jika linkungan kita dipelihara , maka akan dapat
memberikan kesejah teraan bagi kita .
Dinegara kita yang subur ini allah telah
menganugrahkan berbagai jenis tumbuh- tumbuhan yang dapat kita mamfaatkan ,
baik secra langsugng maupun tidak langsung. dari tumbuh- tumbuhan dapat kita
mamfaatkan untuk makanan sehari- hari, untuk obat- obatan ,untuk mambuat rumah
peralatan rumah tangga , dan sebagainya . oleh karena itu maka selayaknya kita
menjaga dan memelihara tumbuh- tumbuhan sebagai bentuk rasa sukur kita kepada
allah SWT. Dan agar mamfaatnya bisa kita rasakan dan mencegah kerusakannya
supaya kita terhindar dari mudarat akibat kerusakannya .
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana hadits tentang keperduliansosial?
2. Bagaimana hadits tentang membuangduri
di jalan?
3. Bagaimana hadits tentang berlapang-lapang
di majlis?
4. Bagaimana hadits tentangperduliterhadaplingkunganhidup?
BAB II
HADIS
TENTANG KEPEDULIAN SOSIAL ALUK-LU AL-MARJAN NO 1682-1683-1447-1448
A. Keperdulian social.
adalahmakhlukciptaan Allah swt. yangdiciptakansebagaimakhluk
yang bersosial, yang salingmembutuhkansatudengan yang lainnya.
Olehkarnaituselainkitadisuruhberubudiyahkepada Allah,
jugadisuruhuntukmenjagahubungandanhakantarsesamamuslim.
Hubungansesamamanusiaantara lain
adalahjangansalingmenghasud, mengadu domba, dan lain-lain. Sebagaimana
yang terteradalamhaditsnabi:
عَنْ
أَبِيْ هريرة رضي الله عنه قال رسول الله ص م : لاَ تَحَاسَدُ وا, وَلاَ
تَنَاجَسُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلَا يَبِعْ بَعْضَكُمْ عَلَى
بَيْعِ بَعْضٍ وَ كُوْنُوا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا المُسْلِمُ أَخُوا المُسْلِمِ
لاَ يَضْلِمُهَ وَلَا يَكْذِبُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ, التَّقْوَى هَهُنَا وَيُشِيْرُ
اِلَى صَدْرِهِ ثَلَثَ مَرَّاتٍ, بِحَسْبِ اِمْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ اَنْ يَحْقِرَ
أَخَاهُ المُسْلِمَ, كُلُ المُسْلِمِ عَلَى المُسْلِمِ حَرَامٌ: دَمُهُ وَمَالُهُ
وَعِرْضُهُ. (رواه مسلم)
Abu
Hurairahra.Berkata, Rasulullah saw. Bersabda :Jangansalingmenghasud, salingmenipu, salingmemebenci,
salingmembelakangi, danjanganlahdarisebagiandari kalian membelibarang yang
telah di beli orang lain. Jadilahhamba-hamba Allah yang bersaudara. Orang
muslimadalahsaudarabagi orang muslim yang lain,
makajanganberlakuaniayakepadanya, janganmenelantarkannya, janganmembohonginya,
danjanganmerendahkannya. Taqwaitudisini
(beliaumenunjukkedadanyadanmengulanginyasampaitiga kali).Cukuplahsesorang di
katakanjelekapabiladiamerendahkansaudaranya yang muslim, darah, harta,
kehormatansetiapmuslimadalah haram bagimuslim lain. (H.R Muslim)
Jikasemuaumatmuslimbisamenjalanisemuaapa yang
terkandungdalamhadits di atasniscayaukhwahislamantaraumatmuslimakansemakinerat,
semakinkuat, dansemakindalam yang padaakhirnyaakanmenimbulkan rasa
kasihsayangantaraumatmuslim, dantidakakanmudahtegoyaholehbangsabarat. Begitulah
agama islammengajarikitauntukmenjagahubungansesamamanusiasebagaimakhluk social.
Adapun lain nya,
seharusnyajugabagiseorangmuslimuntukberbuat yang bermanfaat.
Sepertidalamhaditsnabi:
عن ابي هريرة رضي الله
عنه قال: قال رسول الله ص م : من حسن اسلام المرء تركه ما لا يعنيه.
(حديس حسن روه للترميذي وغيره هكذا)
(حديس حسن روه للترميذي وغيره هكذا)
Abu hurairahra.bersabda: Diantarakebaikanseorangkeislamansesorangadalahiameninggalkanperkara
yang tidakbergunabaginya.
(haditsHasandiriwayatkanolehtirmizidan
yang lainnya)
Jelasdarihadits di atasberkenaanjugadengansosialisasiyaituberbuat
yang bermanfaatbagidirinyadanbagi orang yang lain, bukanberbuat yang
merugikandirinyasendirisepertimengkonsumsinarkoba, minumminumankerasdlldan
orang yang merugikanbagi orang lain, misalhasud, dusta, fitnah, adudombadll.
Dalamsaturiwayatseorang laki-laki dating kepadanabi
saw untukmemintanasehatkepadabeliau, sepertidalamhadits;
عن ابي هريرة رضي الله عنه ان رجلا قال للنبي ص م : اوصيني,
قال : لا تغضب فردد مرارا, قال : لا تغضب. ( رواه البخاري )
Abu Hurairahramenerangkanbahwaadaseoranglaki-lakiberkatakepadanabi
saw, Berilahakunasehat, beliaumenjawab
“janganmarah”. Makadiulanginyabeberapa kali, kemudiannabibersabda
“janganmarah.”
Orang pemarahadalahtemannyasyaithansebabsifat itudatangnyadarisyaithan, dan orang pemarahdiaakan
di jauhioleh orang lain karnasifat
pemarahnya.
Adapun hubunga sosialnya adalah orang yang pemarah, orang akan untuk lebih malas bahkan tidak mau bebicara dengannya. Memnag nabi melarang kita untuk marah, tapi dalam hal-hal tertentu kita di anjurkan untuk marah, misalnya kita punya anak dan susah menyuruhnya shalat ketika itu kita boleh marah, bahkan nabi menganjurkan kita untuk memarahinya, memukulnya dengan pukulan yang tidak menyakitkan,ingat disini ada batas kemarahan.
Adapun hubunga sosialnya adalah orang yang pemarah, orang akan untuk lebih malas bahkan tidak mau bebicara dengannya. Memnag nabi melarang kita untuk marah, tapi dalam hal-hal tertentu kita di anjurkan untuk marah, misalnya kita punya anak dan susah menyuruhnya shalat ketika itu kita boleh marah, bahkan nabi menganjurkan kita untuk memarahinya, memukulnya dengan pukulan yang tidak menyakitkan,ingat disini ada batas kemarahan.
B. Membuangduridarijalan
Membuangduridarijalanatausesuatu yang
membahayakandarijalanadalahperbuatan yang
muliabahkandiamerupakansedekah.Sebagaimanahadistnabi :
عن
ابى ذر عن النبي ص م قال: يَصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ اِبْنُ آدَمَ
صَدقَةٌ تَسْلِيْمُهُ عَلَى مَنْ لَقِيَ صَدَقَةٌ وَاَمَرَهُ بِاْلمَعْرُوْفِ
صَدَقَةٌ وَنَهَيْهُ عَنِ المُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَاِمَاطَتُهُ الأَذَى عَنِ
الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ وَبُضْعَةُ اَهْلِهِ صَدَقَةٌ وَيُجْزَئُ مِنْ ذَالِكَ
كُلِّهِ رَكْعَتَانِ مِنَ الضُّحَى (روه ابو داود)
Dari Abu Dzar
dari nabi saw, bersabda: Atas
tiap-tiap dari anak adam sedekah, memberi salam kepada orang yang di jumpai
adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, melarang kepada yang
munkar adalah sedekah, membuang duri dari jalan adalah sedekah, dan menggauli
istrinya adalah sedekah. (H.R Abu Dawud)
Pada hadits di
atas jelas di katakan bahwa membuang duri atau sesuatu yang membahayakan dari
jalan adalah sedekah, karna secara tidak langsung telah menyelamatkan
jiwa seseorang, misalnya menyingkirkan batu dari jalan yang bisa membahayakan
bagi pengguna jalan.
C. Berlapang-lapang
di majlis.
Dalam bermasyarakat kita tidak mungkin tidak melakukan
hal-hal yang baik, misalnya silaturrahmi, mengunjungi saudara yang sedang
sakit, dan bermajlis sesama masyarakat, dalam bermajlis ada hal yang harus kita
ketahui karenaitumerupakanadab, yaitu Sebagaimana
dalam hadist nabi disebutkan :
عن بن عمر
رضيالله تعالي عن هما قال : قال
رسول الله ص م : لَا يُقِيْمُ الرَّجُلُ
الرَّجُلَ مِنْ مَجْلِسِهِ ثُمَّ
يَجْلِسُ فِيْهِ وَلَكِنْ تَفَسَّحُوا وَتَوَسَّعُوا. ( رواه متفق عليه )
Dari ibnu umar ra dan dua orang berkata, Rasulullah saw
bersabdajanganlahseoranglelakimenyuruhlakiuntukberanjakdaritempatduduknyakemudianiamendudukitempattersebut,
akantetapiberlapang-lapanglahdalambermajlis.
Jadijelaslahkitaketahuibahwadalambermajliskitatidaksalingmerebuttempatnamunsebagaimanamaksuddarihadist
di atasadalahjika di dalammajliskitaharussalingberlapang-lapang.
D. PeduliTerhadapLingkunganHidup
dalamhalinirasulullah saw, menganjurkankitauntuk senantiasa peduli dan saling memberi sesama soudara kita seiman dan seagama. Sebagaimana dalam hadis nya Rasulullah saw berkata :
dalamhalinirasulullah saw, menganjurkankitauntuk senantiasa peduli dan saling memberi sesama soudara kita seiman dan seagama. Sebagaimana dalam hadis nya Rasulullah saw berkata :
عن
جابر بن عبد الله رضي الله عنه قال: كان لرجل منافضول أرضين فقال ناجرها لثلث
والربع والنصف ففقال رسول الله ص م من كانت له اراضي فاليزيد عنها او ليمنحها اخاه
فان ابي فاليمسك ارضه
. (اخرجه البخاري وفي رواية عن ابي
هريرة بلفظ سواء)
Artinya: Dari jabir ibnu Abdullah ra berkata :
Terdapat beberapa kelebihan tanah milik seseorang dari kami, maka para sahabat
berkata: kamu menyewakannya pertigaan, perempatan, dan paroan. Lalu rasulullah
saw berkata: “barang siapa yang memilika tanah tanamilah ia itu, atau
hadiahkanlah ia itu kepada saudaranya jika ia tidak menghendakinya, maka
peganglah tanahnya”. (HR. Bukhari).
عن
ابي هريرة رضي الله عنه ان رسول الله ص م, قال : لاَ يَمْنَعُ فَضْلَ المَاءِ
يَمْنَعُ بِهِ الكِلَاءُ...... ) اخرج البخاري (
Dari abihurairahrabahwasanyarasulullah SAW berkata :Tidaklahdilarangseseorangmengambilkelebihan
air yang dimilikisaudaranya, tentu pula tidakdilarangrerumputannya. (HR.
Bukhari)
عن انس رضي الله عنه
قال: قال رسول الله ص م :ما من مسلم يقرس غرسا او يزرع زرعا فيأكل منه طير او انسان او
بهيمة الا كان له به صدقة. ( رواه بجاري )
Dari anasraberkata: Rasulullah saw berkata: Tidaklahseorangmuslimmenanampepohonanataubijitanaman
yang akandimakanolehburung, manusiaataubinatang, kecualibaginyaadalahsedekah.
(HR. Bukhari)
Adapunkandungandariisiketigahadisttersebutadalah
:
1) Allah SWT
memberikaruniakarenahambanyaberbeda-beda. Di antarahamba-hambanyaitu yang
diberiilmudanharta, ada yang ilmutanpaharta, ada yang hartatanpailmu,
dandiantaranyaada pula yang tidakdiberiilmudanharta.
2) Responmanusiaterhadaphartadanilmu yang
diberikanallahitu, ada yang menggunakannyauntukmemperolehmanfaat yang
sebesar-besarnyabagidirinyasendiri, keluarga, danmasyarakatluas. Namunada pula
yang hanyauntukkepentingandirinyasendiridengantidakmenghirukankeadaansaudaranya
yang lain.
3) Salah
satubentukdanjeniskaruniaallahpadaseseorangituadalahdiberinyakelebihankepemilikantanah.
Namunadabeberapaketentuansyariat yang memamfaatkannya, meliputiijarah (sewa), mudharabah, danmukharabahkepadasaudaranya,
diizinkankepada yang lain untukdigarapdenganditahantanahnya,
bilatidakditanaminyasendiri.
4) Sebaliknya, tidakdiperbolehkankepemilikaniutertahantanpadimanfaatkanolehdiridansaudaranya,
tindakaninitermasukkedalammenyia-nyiakanlingkunganhidupdantidakmemperdulikannya.
5) Tigakarunia Allah yang menjadimilikbersama,
yaitu rerumputan, air, danapi. Ketigajeniskarunia Allah
itusangatfundmentalbagikehidupanmanusia.Rerumputandiperlukanolehbinatangternak,
air dibutuhkanrerumputandanternak, danketiganyadiperlukanbagikehidupan
manusia. Karenaitu, bagisiapasaja yang
memilikiketiganyaitusedangsaudaranyatidak memerlukannya, makaiatidakbolehmenghalanginyauntukmengambilmanfaatdariketiganyaitu.
6) Hasilusahaseseorangdaritanamanitu,
sebelumatausesudahiamengambilnya, dimakanolehmanusia,
dimakanolehburungatauhewan yang lainnya, makabaginyaadalahsedekah.
Namunperludipertimbangkandandilihat pula kepada orang yang memakannya,
apakahiamemintaizinatautidak, jikaiatidakmimintaizindahuludaripemiliknya,
makaitujugatidakdiperbolehkan, makapantaslaholehkitauntukmenegakkanhukum amarma’rufnahimunkar,
sepertihukumpencurian, ghasabdanperampokan.
7) Inilahsyariat Allah danrasulsaw
yangdatanguntukmenjelaskannya agar
manusiakeluardarikegelapanmenujucahaya.
Iamenganjurkanmerekaberibadahdantaatkepada Allah swt.
salahsatunyaadalahdenganmenjagadanmemeliharaapa yang
telahiakaruniakankepadakitasemua. Semua yang dilakukanmanusia di
duniaberimplikasipertanggungjawabannya di
kahiratkelak.Akhiratadalahtempatterakhirkita yang semuaakankembalikepada-Nya.
Apabilatidakdiingatkan, manusiaakanlalaidengankehidupannya di duniaini,
padahalkehancurandankematianakandatangsecaratiba-tibatanpadiketahui.
Karenaitulahrasulsenantiasamenyuruhuntuksegeramemohonampunandarisegalakesalahan
yang telahkitaperbuat.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Manusiaadalah
makhluksosial yang tidakbisahidupsendirianataumakhluk yang salingketergantungandengan
yang lain, selainmemilikihubungandenganpenciptanya,
jugamemilikihubungandengansesamamakhluk, sehinggadalam agama islam di
ajarkanbagaimanacarauntukmenjagahubungantersebut,
kitadianjurkanuntuksalingkasihmengasihi, sayangmenyayangisalahsatunyadengancaramembuangduridarijalan,
selainmendapatpahalabersedekah,
secaratidaklangsungkitatelahmelindungisaudarakitadarimarabahaya
DAFTAR PUSTAKA
Al-Asqalani , Ibnu Hajar. Al-Hafidz, Al-Imam “Fathul Baari”, terj.
Amiruddin. Jakarta: Pustaka Azzam. 2005
An-Nawawi, Imam. “Shahih Muslim di Syarhin Nawawi”. terj. Wawan
Djunaedi Soffandi. Jakarta: Mustaqiim. 2003
KepedulianSosialAluk-Lu Al-Marjan No
1682-1683-1447-1448

Tidak ada komentar:
Posting Komentar